Sabtu, April 5, 2025
No menu items!

Dokter Yusuf Nugraha, Pejuang Kesehatan di Cianjur dengan Konsep Berobat Ijab Kabul

Must Read

JAKARTAMU.COM | Di tengah tingginya biaya layanan kesehatan, seorang dokter di Kabupaten Cianjur mencuri perhatian dengan konsep berobat berbasis kemanusiaan.

Yusuf Nugraha (44), pemilik Klinik Harapan Sehat di Cilaku, Cianjur, menerapkan sistem ijab kabul dalam layanan medisnya, memungkinkan pasien membayar semampunya atau bahkan gratis jika tidak mampu.

Menghapus Kendala Biaya dalam Akses Kesehatan

Bagi Yusuf, kesehatan adalah hak fundamental setiap manusia. Oleh karena itu, ia bertekad memastikan semua orang dapat berobat tanpa terkendala biaya. Menurutnya, masih banyak warga yang tidak memiliki jaminan kesehatan seperti BPJS dan kesulitan mengakses layanan medis.

“Saya ingin memastikan semua orang tetap bisa berobat tanpa terkendala biaya. Kesehatan adalah hak fundamental setiap manusia,” ujar Yusuf saat ditemui di Klinik Harapan Sehat, Cilaku, Cianjur, Rabu (26/3/2025), dikutip dari Kompas.com.

Dalam sistem ijab kabul, sebelum pemeriksaan dimulai, pasien diajak melakukan akad yang menyerupai transaksi dalam Islam. Dokter Yusuf akan menanyakan jumlah biaya yang mampu dibayar oleh pasien, lalu pasien menyatakan kesanggupannya. Jika tidak mampu membayar, mereka tetap dilayani tanpa dikenakan biaya.

Pelayanan Maksimal Tanpa Memikirkan Keuntungan

Konsep ini memungkinkan pasien membayar dengan nominal yang sangat fleksibel. Beberapa hanya mampu membayar Rp 20.000, Rp 5.000, bahkan ada yang tidak memiliki uang sama sekali. Meski demikian, seluruh pasien tetap mendapatkan layanan medis maksimal, baik rawat jalan maupun rawat inap.

“Jangan sampai ada warga yang menahan sakit karena tidak punya biaya, hingga akhirnya kondisinya semakin parah dan tidak bisa tertolong,” kata Yusuf.

Dengan prinsip ini, Yusuf tidak melihat pasien sebagai objek keuntungan, melainkan sebagai manusia yang harus diperlakukan dengan tulus dan profesional.

Keajaiban di Balik Pengorbanan

Meski banyak pihak meragukan keberlanjutan konsep yang diterapkannya, Klinik Harapan Sehat tetap eksis dan berkembang sejak didirikan pada tahun 2008. Dari bangunan kecil berukuran 3×4 meter, kini kliniknya telah berkembang menjadi gedung dua lantai yang melayani hingga 250 pasien per hari.

“Dalam matematika manusia, 10 dikurangi 11 hasilnya minus 1. Tapi dalam matematika Allah, justru bisa menjadi sejuta,” ujar Yusuf.

Ia meyakini bahwa keberlangsungan kliniknya adalah hasil dari doa para pasien yang pernah ia bantu. Yusuf pun percaya bahwa rezeki akan datang dengan cara yang tak terduga, selama niat yang dilakukan tulus untuk membantu sesama.

Inspirasi bagi Dunia Medis

Yusuf berharap konsep yang ia terapkan dapat menginspirasi tenaga medis lain untuk mengutamakan kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan. Menurutnya, sistem ini bisa menjadi solusi agar masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan yang layak tanpa harus terbebani oleh biaya yang mahal.

“Jika ada lebih banyak tenaga medis yang menerapkan prinsip ini, kita bisa menghapus ketakutan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan,” ujarnya.

Di saat banyak fasilitas kesehatan menerapkan sistem bisnis berbasis keuntungan, Yusuf Nugraha hadir sebagai sosok yang menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat bisa berjalan berdampingan dengan keberlangsungan ekonomi. Klinik Harapan Sehat bukan hanya sekadar tempat berobat, tetapi juga simbol kepedulian dan harapan bagi mereka yang membutuhkan.

Kak Seto: Perjuangan yang Tak Pernah Pupus, Selama 55 Tahun untuk Anak-anak Indonesia

JAKARTAMU.COM | Di Indonesia, nama Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si., atau yang lebih akrab disapa Kak Seto, sudah...

More Articles Like This