WONOSOBO, JAKARTAMU.COM | Setiap tahun, perayaan Idul Fitri di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, dimeriahkan dengan tradisi unik: Festival Balon Udara.
Salah satu lokasi utama penyelenggaraan festival ini adalah Lapangan Ronggolawe di Desa Kembaran, Kecamatan Kalikajar. Festival ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat lokal, tetapi juga menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah.

Sejarah dan Makna Tradisi
Tradisi menerbangkan balon udara di Wonosobo telah berlangsung selama bertahun-tahun dan menjadi bagian integral dari perayaan Lebaran. Pembuatan balon udara dilakukan secara gotong-royong oleh warga, mencerminkan semangat kebersamaan dan solidaritas komunitas. Balon-balon ini dihiasi dengan berbagai motif dan warna, mencerminkan kreativitas dan identitas budaya masyarakat setempat.

Penyelenggaraan Festival 2025
Pada tahun 2025, Festival Balon Udara di Wonosobo diselenggarakan di 16 titik lokasi berbeda, dimulai pada 1 April hingga puncaknya pada 6 April di Alun-Alun Wonosobo. Di Desa Kembaran, festival berlangsung dari 1 hingga 4 April 2025. Setiap harinya, puluhan balon udara diterbangkan, dengan beberapa mencapai diameter hingga 26 meter. Motif yang ditampilkan beragam, mulai dari gambar abstrak hingga motif batik tradisional.

Antusiasme Masyarakat dan Wisatawan
Antusiasme masyarakat terhadap festival ini sangat tinggi. Ribuan pengunjung memadati lokasi sejak pagi hari untuk menyaksikan penerbangan balon udara. Banyak wisatawan dari luar kota, seperti Solo, Jakarta, dan bahkan dari luar pulau, sengaja datang untuk menikmati kemeriahan acara ini. Mereka terpesona oleh keindahan balon-balon yang menghiasi langit Wonosobo dan merasakan langsung atmosfer kebersamaan yang tercipta.

Kuliner Khas Pendamping Festival
Selain menikmati pemandangan balon udara, pengunjung juga disuguhi berbagai kuliner khas Wonosobo. Nasi megono dan tempe kemul menjadi favorit di antara para pengunjung. Nasi megono, yang terdiri dari nasi dengan campuran parutan kelapa, sayuran, dan teri udang, ditawarkan dengan harga terjangkau, sehingga menambah daya tarik festival ini.

Keamanan dan Regulasi Penerbangan Balon
Untuk memastikan keamanan, terutama terkait dengan lalu lintas udara, setiap balon udara yang diterbangkan ditambatkan dengan tali. Hal ini dilakukan sesuai dengan regulasi yang ditetapkan oleh pihak berwenang untuk mencegah gangguan terhadap penerbangan komersial. Selain itu, setiap balon udara wajib diberikan tali sehingga ketinggiannya dibatasi antara 10-15 meter. Pihak kepolisian dan panitia secara aktif mengawasi jalannya festival guna memastikan keselamatan semua pihak.

Dampak Ekonomi dan Pariwisata
Festival Balon Udara di Wonosobo memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Kehadiran ribuan wisatawan meningkatkan pendapatan bagi pedagang kaki lima, pengusaha kuliner, dan sektor pariwisata lainnya. Selain itu, festival ini memperkuat citra Wonosobo sebagai destinasi wisata budaya yang unik dan menarik. (timesindonesia.co.id)
Festival Balon Udara di Kalikajar, Wonosobo, merupakan tradisi Lebaran yang kaya akan nilai budaya dan sosial. Melalui festival ini, masyarakat tidak hanya melestarikan warisan budaya, tetapi juga memperkuat solidaritas komunitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Bagi wisatawan, festival ini menawarkan pengalaman unik yang memadukan keindahan visual, kekayaan kuliner, dan kehangatan budaya lokal.