Selasa, April 1, 2025
No menu items!
spot_img

Hasil Sidang Isbat: Alhamdulillah Lebaran Bareng, Idulfitri Senin 31 Maret 2025

Must Read
Miftah H. Yusufpati
Miftah H. Yusufpati
Sebelumnya sebagai Redaktur Pelaksana SINDOWeekly (2010-2019). Mulai meniti karir di dunia jurnalistik sejak 1987 di Harian Ekonomi Neraca (1987-1998). Pernah menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Majalah DewanRakyat (2004), Wakil Pemimpin Harian ProAksi (2005), Pemimpin Redaksi LiraNews (2018-2024). Kini selain di Jakartamu.com sebagai Pemimpin Umum Forum News Network, fnn.co.Id. dan Wakil Pemimpin Redaksi Majalah FORUM KEADILAN.

JAKARTAMU.COM | Alhamdulillah lebaran antara Muhammadiyah dan Pemerintah bareng. Kementerian Agama telah selesai menggelar sidang isbat (penetapan) 1 Syawal 1446 Hijriah/Idul Fitri 2025, Sabtu (29/3). Ditetapkan bahwa 1 Syawal 1446 H atau Lebaran 2025 jatuh pada hari Senin, 31 Maret 2025. Sebelumnya Muhammadiyah juga menetapkan hal yang sama.

“Posisi hilal hari ini di seluruh Indonesia masih di bawah ufuk, ketinggian berkisar -3 derajat sampai dengan -1 derajat, dan sudut elongasi 1 derajat,” kata Menteri Agama Nasaruddin Umar.

“Hilal tidak terlihat,” ujar Nasaruddin. “Maka disepakati bahwa tanggal 1 Syawal jatuh pada hari Senin tanggal 31 Maret 2025 Masehi.”

Cecep Norwendaya, Tim Hisab Rukyat Kemenag RI, menjelaskan bahwa kedudukan bulan dan matahari pada Sabtu (29/3) pukul 17.59 WIB adalah:

Tinggi hilal: -1 derajat

Elongasi: 1 derajat

Dari hasil penghitungan hisab, tinggi bulan dan elongasi belum masuk dalam kriteria MABIMS (Menteri-menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Berdasarkan kriteria MABIMS, imkanur rukyat dianggap memenuhi syarat apabila posisi hilal mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat.

Sidang isbat ini didahului dengan laporan pengamatan hilal di seluruh provinsi di Indonesia. Selain Kemenag, sidang diikuti perwakilan Komisi VIII DPR, MUI, hingga Ormas Islam.

Lebaran kali ini sama dengan keputusan Muhammadiyah yang memakai metode hisab (perhitungan matematis dan astronomis).

KH M Djindar Tamimy: Pejuang, Pendidik, dan Ideolog Muhammadiyah

JAKARTAMU.COM | KH M. Djindar Tamimy lahir pada tahun 1915 di Desa Tamim, Surakarta, Jawa Tengah. Ia dibesarkan dalam...

More Articles Like This