JAKARTAMU.COM | Idul Fitri adalah momen kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Lebaran bukan sekadar perayaan, tetapi juga kesempatan emas untuk menyambung kembali tali silaturahim yang mungkin terputus oleh kesibukan dunia. Islam sangat menekankan pentingnya menjaga hubungan antar sesama, khususnya dengan keluarga, kerabat, dan sahabat.
Silaturahim memiliki banyak keutamaan, di antaranya adalah diluaskan rezeki dan dipanjangkan umur. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، وَيُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah tali silaturahmi.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa menyambung silaturahim bukan hanya mendatangkan pahala, tetapi juga membawa keberkahan dalam kehidupan di dunia. Rezeki yang dimaksud bukan hanya dalam bentuk materi, tetapi juga kelapangan hati, ketenangan jiwa, serta keberkahan dalam segala urusan.
Lebih dari itu, silaturahim juga menjadi sebab seseorang dimudahkan jalannya menuju surga. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:
أَيُّهَا النَّاسُ، أَفْشُوا السَّلَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصِلُوا الأَرْحَامَ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ، تَدْخُلُوا الجَنَّةَ بِسَلَامٍ
“Wahai manusia, tebarkanlah salam, berikanlah makan, sambunglah silaturahim, shalatlah pada malam hari ketika orang-orang sedang tidur, kalian akan masuk surga dengan selamat.”
(HR. Ibnu Majah, At-Tirmidzi, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Ibni Majah)
Hadis ini menegaskan bahwa ada beberapa amalan yang dapat menghantarkan seseorang ke surga, salah satunya adalah menjaga silaturahim. Momen Idul Fitri menjadi kesempatan terbaik untuk memperbaiki hubungan yang renggang, meminta maaf kepada mereka yang pernah kita sakiti, serta meneguhkan kembali ikatan persaudaraan.
Namun, silaturahim bukan hanya terbatas pada keluarga dekat, tetapi juga mencakup tetangga, sahabat, dan sesama muslim secara umum. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wasallam mengajarkan bahwa seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, sebagaimana dalam sabdanya:
الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لاَ يَظْلِمُهُ، وَلاَ يُسْلِمُهُ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ، كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ
“Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, ia tidak boleh menzalimi dan tidak boleh membiarkannya (tanpa pertolongan). Barangsiapa yang memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Karena itu, mari kita jadikan Idul Fitri sebagai momentum mempererat kembali ukhuwah Islamiyah. Jangan biarkan kesalahpahaman, dendam, atau kesibukan duniawi menjadi penghalang untuk menjaga hubungan baik. Maafkan mereka yang pernah bersalah kepada kita, tebarkan salam, dan perkuat persaudaraan demi mendapatkan ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Semoga kita termasuk hamba-hamba yang mendapatkan keberkahan hidup, rezeki yang luas, umur yang panjang dalam kebaikan, serta kelak dimasukkan ke dalam surga dengan keselamatan. Aamiin.