JAKARTAMU.COM | Di Indonesia, nama Dr. Seto Mulyadi, S.Psi., M.Si., atau yang lebih akrab disapa Kak Seto, sudah lama dikenal sebagai sosok yang tak henti-hentinya mengabdikan diri untuk dunia anak-anak. Selama lebih dari lima dekade, ia berdiri di garis depan dalam memperjuangkan hak-hak anak, memberikan perlindungan, serta mengembangkan pendidikan yang lebih ramah dan menyenangkan bagi mereka.
Kini, di usia yang semakin matang, masyarakat mulai menyapanya dengan sebutan ‘Kek Seto’, sebagai bentuk penghormatan atas perjalanan panjangnya dalam mendampingi tumbuh kembang anak-anak Indonesia. Namun, meskipun waktu terus bergulir, semangatnya tidak pernah pudar. Baginya, dunia anak-anak adalah rumahnya, tempat ia mengabdikan diri tanpa lelah.
Bagaimana perjalanan panjang seorang Kak Seto hingga kini menjadi ‘Kek Seto’? Apa saja pencapaian yang telah ia torehkan bagi anak-anak Indonesia? Mari kita telusuri kisah inspiratifnya.

Awal Perjalanan: Dari Mahasiswa Psikologi hingga Menjadi Sahabat Anak-anak
Seto Mulyadi lahir di Klaten, 28 Agustus 1951. Semasa kecil, ia adalah anak yang penuh rasa ingin tahu dan memiliki jiwa kepemimpinan. Namun, perjalanannya tidak selalu mudah. Ia tumbuh dalam kondisi ekonomi yang sederhana, tetapi memiliki tekad kuat untuk terus belajar dan mengembangkan diri.
Ketika masuk Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) pada tahun 1970-an, hidupnya berubah drastis setelah bertemu dengan sosok Prof. Dr. Soedijarto dan Pak Kasur, seorang tokoh pendidikan anak yang kala itu sangat berpengaruh. Dari sinilah, Seto Mulyadi mulai tertarik dengan dunia anak-anak, menyadari bahwa anak-anak Indonesia membutuhkan sosok yang mampu memahami, membimbing, dan melindungi mereka dengan penuh kasih sayang.
Berkat bimbingan dari Pak Kasur, Kak Seto mulai aktif dalam berbagai program edukasi anak-anak. Ia pun berlatih menjadi pendongeng dan pembawa acara anak, yang kelak mengantarkannya menjadi salah satu ikon penting dalam dunia pendidikan dan perlindungan anak.

Membangun Konsep Pendidikan Ramah Anak
Salah satu kontribusi terbesar Kak Seto dalam dunia pendidikan adalah gagasannya tentang pendidikan ramah anak. Ia percaya bahwa anak-anak harus belajar dalam suasana yang menyenangkan, bukan dengan paksaan atau tekanan. Prinsip ini mendorongnya untuk mendirikan Homeschooling Kak Seto (HSKS), sebuah sistem pendidikan alternatif yang fleksibel dan berfokus pada bakat serta minat anak.
Melalui HSKS, Kak Seto berupaya mengubah paradigma pendidikan di Indonesia yang selama ini cenderung kaku dan kurang memperhatikan kebutuhan psikologis anak. Ia ingin membuktikan bahwa setiap anak memiliki kecerdasan uniknya sendiri, dan bahwa mereka seharusnya diberi ruang untuk tumbuh sesuai dengan potensi terbaiknya.
Selain itu, Kak Seto juga aktif dalam berbagai forum dan seminar, baik nasional maupun internasional, untuk menyuarakan pentingnya pendidikan berbasis kasih sayang dan penghormatan terhadap hak-hak anak.
Perjuangan di Garis Depan Perlindungan Anak
Tak hanya dalam dunia pendidikan, Kak Seto juga berada di garis depan dalam memperjuangkan hak dan perlindungan anak. Sebagai Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), ia berjuang keras dalam berbagai isu seperti kekerasan terhadap anak, perundungan (bullying), eksploitasi anak, dan hak-hak anak dari keluarga yang bermasalah.
Ia sering turun langsung ke lapangan untuk menangani kasus-kasus yang melibatkan anak-anak, memberikan pendampingan psikologis, serta berjuang agar anak-anak yang menjadi korban mendapatkan hak-haknya kembali.
Tak jarang, perjuangannya menempatkannya dalam situasi sulit. Ia pernah mendapatkan ancaman dari pihak-pihak tertentu yang merasa terganggu dengan advokasinya terhadap hak-hak anak. Namun, keteguhan hatinya tidak pernah goyah. Baginya, setiap anak adalah masa depan bangsa yang harus dilindungi.
Menjaga Konsistensi: Dari Kak Seto ke ‘Kek Seto’
Kini, di usianya yang telah menginjak lebih dari 70 tahun, banyak orang mulai memanggilnya dengan sebutan ‘Kek Seto’. Julukan ini mencerminkan betapa lama ia telah mengabdikan dirinya dalam dunia anak-anak, hingga kini telah menjadi seorang kakek bagi generasi baru yang masih membutuhkan bimbingannya.
Namun, meskipun usianya semakin bertambah, semangatnya tetap muda. Ia masih aktif berkampanye, mengisi seminar, mendampingi anak-anak korban kekerasan, hingga terus mengembangkan sistem pendidikan yang lebih ramah anak.
Baginya, dunia anak-anak bukanlah sekadar pekerjaan atau tanggung jawab, melainkan misi hidup. Ia percaya bahwa selama ia masih bisa berdiri dan berbicara, perjuangannya tidak akan pernah berhenti.
Warisan dan Inspirasi bagi Generasi Mendatang
Perjalanan panjang Kak Seto dalam memperjuangkan hak anak bukan hanya menjadi cerita sukses pribadi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi mendatang. Ia telah menunjukkan bahwa seorang individu, dengan tekad yang kuat dan hati yang tulus, dapat membawa perubahan besar bagi dunia.
Melalui berbagai program, buku, seminar, dan gerakan sosial yang telah ia lakukan, Kak Seto meninggalkan warisan berharga bagi pendidikan dan perlindungan anak di Indonesia. Ia telah membuka mata banyak orang akan pentingnya memberikan anak-anak hak untuk belajar, tumbuh, dan berkembang dalam lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang.
Sebagai generasi penerus, kita semua memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan perjuangan ini. Kita perlu memastikan bahwa anak-anak Indonesia mendapatkan pendidikan yang baik, perlindungan dari segala bentuk kekerasan, serta kesempatan untuk mengembangkan potensi mereka secara maksimal.
Perjuangan yang Tak Pernah Pupus
55 tahun bukan waktu yang singkat, tetapi Kak Seto telah membuktikan bahwa dedikasi sejati tidak mengenal batas waktu. Dari seorang mahasiswa psikologi yang gigih, hingga menjadi ikon pendidikan dan perlindungan anak di Indonesia, perjalanannya adalah bukti nyata bahwa kerja keras dan kepedulian dapat membawa dampak besar bagi masyarakat.
Kini, sebagai ‘Kek Seto’, ia tetap melanjutkan perjuangannya dengan semangat yang sama seperti ketika ia masih dipanggil ‘Kak Seto’. Ia adalah sahabat anak-anak Indonesia, yang akan selalu ada untuk melindungi, membimbing, dan memperjuangkan hak-hak mereka, selama hayat masih dikandung badan.
Perjalanan Kak Seto adalah pelajaran berharga bagi kita semua: bahwa mencintai dan melindungi anak-anak bukan hanya tugas seorang individu, tetapi tanggung jawab seluruh bangsa.