Jumat, April 4, 2025
No menu items!

Rehat

Suara Ketukan (7): Cahaya di Ujung Jalan

Oleh: Sugiyati, S. Pd | Guru SMAN 1 Ambarawa Langit senja membentang dengan gradasi jingga dan merah muda, memberi suasana hangat meski udara mulai dingin. Arman duduk di bangku taman yang telah menjadi pusat kegiatan komunitas “Jembatan Sunyi”. Di depannya,...

PUISI: Doa di Hari Jumat, Rindu yang Menyapa

Oleh: Dwi Taufan Hidayat Di hari Jumat, nan suci dan mulia,Kami memohon, Ya Allah Yang Maha Pengasih,Ampunilah dosa, yang menggelapi jiwa,Bagi kami, orang tua, dan sahabat yang setia. Karuniakan umur, penuh manfaat dan berkah,Keselamatan, kesehatan, wal afiat menyertai langkah.Tunjuki jalan...

Di Bawah Pohon Rindang (6): Pertemuan Rahasia

Oleh: Dwi Taufan Hidayat PAGI itu, suasana di bawah pohon rendang terasa lebih hening dari biasanya. Ibu-ibu seperti biasanya berkumpul setelah mengantar anak-anak ke sekolah, namun ada ketegangan yang mengambang di udara. Lila, Dina, Rani, dan Siska duduk terpisah sedikit,...

Suara Ketukan (6): Jembatan di Tengah Sunyi

Oleh: Sugiyati, S. Pd |Guru SMAN 1 Ambarawa PAGI itu, matahari bersinar hangat, membelai daun-daun yang masih basah oleh embun. Suara burung berkicau memecah keheningan, seolah mengiringi langkah Arman yang berjalan menuju rumah Bu Surti. Di tangannya, ia menggenggam buku...

PUISI: Doa di Pagi Kamis, Syukur dan Istighfar

Oleh: Dwi Taufan Hidayat Alhamdulillah, fajar berseri,membawa harap di ufuk pagi.Doa melangit, hati berseri,memohon rahmat tak henti-henti. Wahai Pemilik segala kuasa,panjangkan umur dalam barakah.Hiasi hidup dengan anugerah,taufik, hidayah, rahmat dan berkah. Bagi yang sakit, angkat derita,pulihkan raga, kuatkan jiwa.Bagi yang lemah,...

CERPEN: Jeda di Kebun Apel

DI antara rimbunnya pepohonan apel, seorang pria tua duduk di bawah salah satu pohon yang berbuah lebat. Di tangannya, sebuah buku biru dengan gambar kursi pantai di sampulnya. Angin sore berhembus lembut, membawa aroma manis dari apel yang mulai...

Di Bawah Pohon Rindang (5): Dina, Sang Penggerak Gosip

Oleh: Dwi Taufan Hidayat ANGIN pagi berembus lembut di bawah pohon rindang, menggoyangkan daun-daun hijau yang melindungi kursi kayu tempat ibu-ibu biasa berkumpul. Pagi itu Dina tampak lebih ceria dari biasanya. Dengan langkah percaya diri, ia menghampiri Lila dan beberapa...

PUISI: Doa di Pagi Rabu dan Jejak Tanah dalam Diri Manusia

Oleh: Dwi Taufan Hidayat Di pagi Rabu yang mulia terang,Kupanjatkan doa penuh girang.Ampuni khilaf, sucikan jiwa,Untuk kami, keluarga, dan sahabat setia. Karuniakan umur penuh berkah,Sehat sejahtera, jauh dari lelah.Tunjukkan jalan yang lurus dan terang,Agar tak sesat di gelap yang datang. Jadikan hati...

Suara Ketukan (5): Surat dari Langit

Oleh: Sugiyati, S. Pd | Guru SMAN 1 Ambarawa PAGI itu, hujan turun lembut seperti bisikan, menciptakan simfoni tenang saat menetes ke dedaunan dan genting rumah. Arman tetap mengayuh sepedanya meski jalanan basah, dengan mantel hujan yang melindungi tubuhnya dari...

Di Bawah Pohon Rindang (4): Tanda-tanda Perselingkuhan

PAGI itu, suasana di bawah pohon rindang tampak seperti biasa. Obrolan ringan mengalir tentang aktivitas sehari-hari, meski sesekali terselip topik yang terasa lebih tajam. Namun, di balik senyum-senyum basa-basi, ada ketegangan yang perlahan merambat di antara ibu-ibu yang berkumpul. Rani...

Puisi: Doa di Pagi Selasa dan Akhir yang Kita Tinggalkan

Oleh: Dwi Taufan Hidayat Ya Allah, Kau Maha Pengasih,Kasih-Mu tak pernah letih.Di pagi Selasa yang Engkau beri,Kami meminta dengan hati berseri. Limpahkan ilmu yang bermanfaat,Sebagai cahaya yang tak tersumbat.Rizki halal berlimpah datang,Menjadi berkah, bukan petaka yang bimbang. Lapangkan jalan, mudahkan langkah,Agar usaha...

Suara Ketukan (4): Penjaga di Balik Pintu

Oleh: Sugiyati, S. Pd | Guru SMAN 1 Ambarawa SEJAK kepergian Pak Hasan, rutinitas Arman sebagai pengantar koran tidak lagi sama. Ada kehampaan yang ia rasakan setiap kali melewati rumah tua di ujung jalan. Namun, pesan terakhir Pak Hasan terpatri...

Di Bawah Pohon Rindang (3): Lila dan Gaya Hidupnya yang Berlebihan

Oleh: Dwi Taufan Hidayat Pagi yang cerah kembali menyapa, tetapi ada aura yang berbeda di bawah pohon rindang. Lila tiba dengan penuh percaya diri, membawa tas terbaru dari merek ternama. Parfum mahal yang ia semprotkan meninggalkan jejak aroma di...

3 Puisi Dwi Taufan Hidayat: Senin yang Penuh Berkah

Ya Allah, Ya Rahman, Ya Rahim,Limpahkan berkah di pagi yang hening,Buka tirai rahmat-Mu yang agung,Hingga hari ini penuh terang benderang. Ya Rabb, tuntunlah langkah kami,Agar mudah dalam setiap peri,Hiasi waktu dengan ibadah suci,Ampunan-Mu, cahaya hakiki. Jadikan mata ini melihat kebaikan,Lidah berkata...

Suara Ketukan Itu (3): Ketukan di Pintu Lain

Oleh: Sugiyati, S.Pd. | Guru SMA Negeri I Ambarawa Kabupaten Semarang PAGI itu, jalanan basah setelah hujan deras semalam. Arman mengayuh sepedanya seperti biasa, membawa tumpukan koran yang harus ia antarkan. Matahari mulai muncul perlahan, memercikkan warna keemasan di atas...

Di Bawah Pohon Rindang (2): Rahasia di Balik Senyum Rani

Oleh: Dwi Taufan Hidayat PAGI itu, seperti biasa, para ibu berkumpul di bawah pohon rindang setelah mengantar anak-anak mereka. Udara terasa sejuk, namun suasana di antara mereka mulai terasa berbeda. Rani duduk di ujung kursi, lebih banyak menunduk dan sesekali...

CERPEN: Bayang di Mata Niera

Oleh: Sugiyati, S.Pd | Guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Ambarawa, Kabupaten Semarang NIERA duduk di pojok kamar, memeluk lututnya yang gemetar. Cahaya lampu temaram membentuk bayang-bayang di dinding. Ia bisa merasakan sesuatu bergerak di sudut ruangan, tapi ia sudah...

Doa di Pagi Ahad dan 2 Puisi Dwi Taufan Hidayat

Oleh: Dwi Taufan Hidayat Di pagi Ahad nan terang berseri,kubentang doa setulus hati.Ya Allah, yang Maha Tinggi,limpahkan rahmat tak henti-henti. Lapangkan dada yang penuh beban,teduhkan jiwa dari keresahan.Sehatkan raga, kuatkan iman,jadikan hidup penuh keindahan. Bahagiakan keluarga yang tercinta,anak-anak shalih, penuh taqwa.Rezeki mengalir...

Suara Ketukan Itu (2): Surat yang Tak Pernah Sampai

Oleh: Sugiyati, S.Pd. | Guru SMA Negeri I Ambarawa Kabupaten Semarang HUJAN turun deras sore itu, membasahi jalanan yang sudah dipenuhi genangan air. Di dalam rumah tua di ujung jalan, Pak Hasan duduk sendirian di ruang tamu. Di hadapannya tergeletak sebuah kotak kayu...

Varietas Unggul Sayuran: Bayam Pertiwi

JAKARTAMU.COM | Bayam Pertiwi adalah varietas bayam unggul yang dikembangkan oleh PT. Agri Makmur Pertiwi, sebuah perusahaan benih terkemuka di Indonesia. Varietas ini dirancang untuk beradaptasi dengan baik di berbagai kondisi lingkungan, mulai dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Karakteristik...

Di Bawah Pohon Rindang (1): Awal Kisah

Oleh: Dwi Taufan Hidayat PAGI itu, sinar matahari memantul lembut di sela dedaunan pohon rindang di depan sekolah. Udara segar mengiringi langkah-langkah kecil anak-anak yang memasuki gerbang, sementara para ibu saling menyapa. Pohon besar itu, dengan kursi kayu yang mengelilinginya,...

3 Puisi Dwi Taufan Hidayat: Doa di Pagi Sabtu

Oleh: Dwi Taufan Hidayat Di pagi Sabtu nan penuh cahaya,kupanjatkan doa dengan sukma yang lara.Ampunilah dosa, ya Rabb yang mulia,dosa kami, orang tua, dan keluarga. Limpahkan umur penuh manfaat,sehat yang afiat, jauh dari laknat.Tunjuki kami jalan yang lurus,jalan yang Engkau ridhoi...

CERBUNG: Suara Ketukan Itu (1)

Oleh: Sugiyati, S.Pd. | Guru SMA Negeri I Ambarawa Kabupaten Semarang PAGI itu, mentari menyelinap malu-malu di balik gumpalan awan kelabu. Udara dingin masih membekap jalanan yang sunyi. Hanya suara burung gereja yang sesekali terdengar, bertengger di kabel-kabel listrik di tepi jalan. Di...

CERPEN: Tebasan Pedang Waktu

Oleh: Dwi Taufan Hidayat| Ketua Lembaga Dakwah Komunitas PCM Bergas Kabupaten Semarang DI sebuah kota kecil yang dikelilingi persawahan hijau, hiduplah dua sahabat sejak kecil: Rafi dan Rendra. Keduanya seperti dua sisi mata uang—tak terpisahka-- tetapi memiliki perbedaan yang mencolok. Rafi,...

Doa di Hari Jumat dan 2 Puisi Dwi Taufan Hidayat

Oleh: Dwi Taufan Hidayat, Ketua Lembaga Dakwah Komunitas PCM Bergas Kabupaten Semarang Di fajar Jumat yang suci dan terang,Kami bersimpuh dengan hati lapang.Ya Allah, ampunilah dosa kami,Orang tua, keluarga, dan sahabat sejati. Berikan umur yang penuh berkah,Sehat wal afiat, jauh dari...

Lika-liku Kehidupan Paruh Baya (10-Tamat): Pelangi Setelah Badai

Oleh: Sugiyati, S.Pd. | Guru SMA Negeri I Ambarawa Kabupaten Semarang BEBERAPA bulan setelah pengadilan berakhir, kehidupan keluarga Nina dan Arman perlahan kembali normal. Meski kemenangan di pengadilan memberi mereka kelegaan, luka emosional akibat konflik sebelumnya masih terasa. Namun, mereka bertekad untuk bangkit...

Doa di Pagi Kamis dan 2 Puisi Dwi Taufan Hidayat

Oleh: Dwi Taufan Hidayat Doa di Pagi Kamis Di ufuk timur mentari merekah,Mengusir gulita, menebar berkah.Alhamdulillah, syukur terucap,Nikmat Ilahi tak pernah lenyap. Ya Allah, Sang Pemilik Waktu,Limpahkan rahmat, tuntun langkahku.Barakah umur, sehat nan kuat,Dalam ridha-Mu, hidup terikat. Bagi yang sakit, Engkau penyembuh,Luka dan...

PUISI: Tahajud di Tengah Malam

Oleh: Dwi Taufan Hidayat Awalnya kaki berat melangkah,Mata tertutup, raga terasa lemah,Namun panggilan-Nya memanggil lembut,"Mendekatlah, hamba-Ku, di malam yang larut." Dalam kantuk yang enggan hilang,Doa lirih mengalir di sela kerinduan,“Ya Allah, kabulkanlah harapanku,Meski hati ini masih jauh dari-Mu.” Keterpaksaan adalah awal cerita,Namun...

CERPEN: Kesempurnaan yang Tak Sempurna

Oleh: Dwi Taufan Hidayat, Sekretaris Korp Alumni PW IPM/IRM Jawa Tengah LANGIT pagi di kota ini masih setia menyapa dengan warna biru keabuan, seolah enggan membiarkan matahari bersinar terlalu terik. Di depan gerbang Sekolah Luar Biasa Harapan Kita, pemandangan yang...

Lika-liku Kehidupan Paruh Baya (9): Kebenaran yang Mengubah Segalanya

Oleh: Sugiyati, S.Pd. | Guru SMA Negeri I Ambarawa Kabupaten Semarang WINA semakin menjadi ancaman nyata bagi keluarga Nina dan Arman. Setelah gagal melalui pendekatan langsung dengan Arman, ia mulai melibatkan pihak lain untuk memperkuat posisinya. Sebuah surat somasi dari pengacaranya sampai ke...

Latest News

Tentara Berpolitik (bagian-3): Dwifungsi Dilahirkan Orla, Dibesarkan Orba

INDONESIA akhirnya merdeka seutuhnya. Mengalir dukungan internasional dari Uni Sovyet, Amerika Serikat, dan Australia. Indonesia sebelumnya hanya diakui enam...