Kamis, April 3, 2025
No menu items!

Rehat

Forza Gamawijaya (15): Imbalan dan Pengkhianatan

Oleh: Dwi Taufan Hidayat Pagi itu, pasar Bocor dipenuhi orang-orang yang datang dengan perasaan campur aduk—antara ketakutan dan duka yang terpendam. Di tengah keramaian, sebuah tiang kayu didirikan. Dan di atasnya, kepala Gamawijaya diletakkan sebagai tanda kemenangan pemerintah kolonial atas...

PUISI: Doa, Metamorfosis Ramadan dan Jiwa dalam Puasa

Doa di Pagi Sabtu Di pagi Sabtu yang penuh cahaya,kulangitkan doa setulus jiwa.Ampunilah kami, Ya Rabbul Izzah,juga ayah, ibu, dan keluarga. Berikanlah umur yang bermanfaat,sehat nan afiat, jauh dari mudarat.Tuntun langkah di jalan lurus,menuju ridho-Mu yang tak terputus. Jadikan syukur hiasan hati,atas...

Nabi Muhammad SAW, Cahaya di Tanah Makkah (9): Kegelisahan di Gua Hira

Oleh: Dwi Taufan Hidayat dan Sugiyati Makkah terus berjalan seperti biasa—perdagangan ramai, kafilah-kafilah datang dan pergi, para saudagar sibuk menghitung keuntungan, dan para pemimpin Quraisy menikmati kekuasaan mereka. Namun, di tengah kehidupan yang terus berputar itu, ada satu...

War of Thrones, Pandawa vs Kurawa {5): Takhta yang Tersisa

Oleh; Sugiyati Kota Hastinapura masih diliputi kabut duka. Perang Bharatayuda telah usai, tetapi jejak kehancuran dan kematian masih membekas di setiap sudut istana. Ribuan prajurit telah gugur, tanah Kurukshetra kini menjadi ladang kenangan pahit bagi mereka yang selamat. Di tengah...

Forza Gamawijaya (14): Kematian Seorang Legenda

Oleh; Dwi Taufan Hidayat Gamawijaya terhuyung, lututnya nyaris tak sanggup menopang tubuhnya yang penuh luka. Napasnya memburu, darah hangat terus merembes dari bahunya yang tertembak. Tapi matanya tetap tajam, menatap Mangunprawira yang berdiri tegak di hadapannya dengan pedang yang...

Kisah Sufi Suhrawardi: Burung dan Telur

JAKARTAMU.COM | Konon, ada seekor burung yang tidak mempunyai tenaga untuk terbang. Seperti ayam, ia berjalan saja di tanah, meskipun ia tahu bahwa ada burung yang bisa terbang. Pada suatu ketika, terjadilah, lewat berbagai keadaan, ada telur seekor burung yang...

PUISI: Merintih dalam Doa, Indonesia Tanah Air Siapa, Berkah Sahur, dan Takdir

Merintih dalam Doa Oleh: Dwi Taufan Hidayat Tuhanku, kulipat raga dalam sujud,menyusun kata dalam rintih sendu.Aku debu di hamparan semesta,tak berdaya tanpa kasih-Mu. Betapa lemahnya daging dan tulang,seperti Zakariya yang merintih renta.Namun tak luruh harap di hati,sebab janji-Mu tak pernah sirna. Seperti...

Forza Gamawijaya (13): Pertempuran Tanpa Jalan Keluar

Oleh: Dwi Taufan Hidayat Gamawijaya menerjang ke depan, tubuhnya melesat bagaikan bayangan di bawah sinar bulan. Kerisnya berkilat, menciptakan garis-garis tajam yang mematikan di udara. Dalam satu gerakan cepat, ia menebas seorang prajurit Belanda yang mencoba menghalanginya. Lelaki itu tersentak,...

War of Thrones, Pandawa vs Kurawa (4): Surga dan Neraka Para Ksatria

Oleh: Sugiyati Derap roda kereta surgawi yang dikendarai Dewa Indra menggema di langit. Yudistira duduk dengan tenang, memandang awan-awan keemasan yang membentang di hadapannya. Cahaya yang begitu terang memenuhi sekelilingnya, tetapi hatinya tetap dipenuhi tanda tanya. "Apakah saudara-saudaraku sudah berada...

Nabi Muhammad SAW: Cahaya di Tanah Makkah (8)

Cahaya dalam Rumah Tangga Oleh: Dwi Taufan Hidayat dan Sugiyati Pernikahan antara Muhammad dan Khadijah bukan hanya sekadar penyatuan dua insan, tetapi juga titik awal dari kehidupan yang penuh berkah. Rumah tangga mereka menjadi cerminan ketenangan, kebahagiaan, dan kasih sayang....

PUISI: Doa, Ujung Pengkhianatan, Terlunta di Siang Ramadan

Doa di Pagi Kamis Oleh: Dwi Taufan Hidayat Alhamdulillah, fajar merekah,cahaya pagi menyapa ramah.Doa mengalun dalam sukma,memohon berkah sepanjang masa. Ya Allah, limpahkan rahmat-Mu,sehatkan tubuh, kuatkan kalbu.Bagi yang sakit, beri kesembuhan,bagi yang lelah, beri keteguhan. Langkah kami di hari ini,semoga penuh arti...

CERPEN: Jurang Kenistaan

Oleh: Dwi Taufan Hidayat Dari kejauhan, Damar memandangi rumahnya dengan perasaan asing. Ia berdiri di depan gerbang, tapi hatinya seolah tak memiliki kunci untuk masuk. Lampu teras masih menyala redup, menandakan ada seseorang di dalam. Mungkin Kirana belum tidur,...

CERPEN: Gelas Plastik dan Cinta yang Tak Pecah

Oleh: Dwi Taufan Hidayat HIDUP rumah tangga Andi dan Liana awalnya harmonis, tapi seiring berjalannya waktu, pertengkaran mulai sering terjadi. Hal-hal kecil yang dulu dianggap manis, kini berubah menjadi pemicu perang dingin. Liana mulai merasa Andi kurang perhatian, sering pulang...

War of Thrones, Pandawa vs Kurawa (3): Jejak Terakhir Para Ksatria

Oleh: Sugiyati Dini hari di Hastinapura, angin bertiup dingin menyapu istana yang kini sunyi. Para Pandawa berdiri di gerbang utama, mengenakan pakaian perjalanan sederhana. Tak ada mahkota, tak ada simbol kejayaan. Hanya raut wajah penuh kelelahan dan hati yang...

Nabi Muhammad SAW: Cahaya di Tanah Makkah (7)

Lamaran dari Seorang Wanita Mulia Oleh: Dwi Taufan Hidayat dan Sugiyati Sejak kepulangannya dari Syam, Muhammad semakin dikenal sebagai pedagang muda yang bukan hanya cerdas dalam berbisnis, tetapi juga memiliki kejujuran yang luar biasa. Gelarnya sebagai Al-Amin semakin kokoh, dan banyak...

Forza Gamawijaya (12): Jebakan di Malam Purnama

Oleh: Dwi Taufan Hidayat Malam purnama menggantung di langit, memancarkan cahaya keperakan yang menyusup di antara rimbunnya pepohonan hutan Ambal. Angin malam berembus pelan, membawa aroma tanah basah dan dedaunan yang luruh. Di tengah kesunyian itu, Gamawijaya duduk bersila...

PUISI: Doa, Jaga Hati, dan Pintu Ar-Royyan

Doa di Pagi Rabu Di pagi Rabu yang penuh cahaya,Kupanjatkan doa dengan rasa hamba.Ya Rabb, ampunilah dosa-dosa kami,Juga ayah bunda, keluarga, sahabat sejati. Anugerahkan umur yang penuh berkah,Sehat, selamat, jauh dari musibah.Tunjukkanlah jalan yang Engkau ridai,Lurus dan terang tanpa tersesat...

CERPEN: Ilmu Kebal Letnan Komarudin

Oleh: Dwi Taufan Hidayat Letnan Komarudin berdiri tegap di atas bukit kecil, matanya menatap lurus ke arah perkemahan pasukan Belanda di kejauhan. Malam itu, bulan bersinar redup, tertutup awan tipis yang melayang di angkasa. Di balik keremangan itu, ia...

Nabi Muhammad SAW: Cahaya di Tanah Makkah (6)

Kejujuran yang Datangkan Kepercayaan Oleh: Dwi Taufan Hidayat dan Sugiyati Makkah terus berdenyut dalam hiruk-pikuk perdagangannya. Kafilah-kafilah dagang datang dan pergi, memenuhi pasar dengan barang-barang dari berbagai penjuru. Kota ini adalah pusat perniagaan, tempat para saudagar memperdagangkan rempah, kain, wewangian,...

War of Thrones: Pandawa vs Kurawa (2)

Bayangan di Tahta Hastinapura Oleh: Sugiyati Darah telah mengering di tanah Kurukshetra. Tubuh-tubuh ksatria besar yang dahulu digdaya kini membisu di medan perang. Angin membawa aroma besi dan kematian, seakan mengukir ingatan abadi tentang pertempuran yang baru saja berlalu. Pandawa...

Kisah Sufi: Berharga dan Tak Berharga

JAKARTAMU.COM| Konon ada seorang raja yang memanggil seorang penasihat dan berkata kepadanya, "kekuatan pikiran yang sejati bergantung pada pemeriksaan terhadap berbagai pilihan. Katakan padaku pilihan mana yang lebih baik meningkatkan pengetahuan rakyatku atau memberi mereka tambahan makanan. Kedua pilihan...

Istri Syeikh Ibnu Hajar: Antara Zamzam dan Dinar (20)

Akhir Perjalanan Oleh: Sugiyati Perjalanan mereka telah membawa mereka ke titik yang penuh makna. Di tepi sumur Zamzam, Syeikh Ibnu Hajar berdiri dengan tenang, tatapannya menyatu dengan keheningan malam. Cahaya rembulan yang lembut menciptakan bayangan panjang di atas tanah yang...

Forza Gamawijaya (11): Hari-Hari Terakhir di Hutan Ambal

Oleh: Dwi Taufan Hidayat Gamawijaya berlari menembus hutan Ambal dengan napas memburu. Kegelapan malam dan rimbunnya pepohonan menjadi perlindungan terakhirnya dari kejaran Belanda dan pasukan Mangunprawira. Tubuhnya penuh luka, nafasnya berat, dan darah mengalir dari goresan pedang di punggungnya. Dari...

PUISI: Doa, Kabut Hati, dan Nyanyian Tanah

Doa di Pagi Selasa Ya Allah, Engkau Maha Pemurah,rahmat-Mu mengalir tanpa lelah.Di pagi ini yang penuh cahaya,kami bersujud, memohon restu-Mu jua. Limpahkan ilmu yang menuntun hati,agar terang jalan yang kami jalani.Curahkan rezeki halal nan berkah,agar hidup kami penuh barakah. Mudahkan langkah,...

CERPEN: Jalan Mandiri Menuju Masa Depan

Oleh: Dwi Taufan Hidayat Arga menatap layar laptopnya dengan mata berbinar. Malam itu, ia baru saja menyelesaikan kursus daring tentang data science yang diambilnya dari sebuah platform belajar digital. Bagi banyak orang, ini mungkin hanya sekadar kursus biasa, tetapi...

War of Thrones: Pandawa vs Kurawa (1)

Takhta, Darah, dan Pengkhianatan Oleh: Sugiyati Dunia tak pernah berubah. Kekuatan selalu jadi perebutan, dan kekuasaan adalah permainan para dewa dan manusia. Di negeri Hastinapura, dua keluarga bangsawan berdiri berseberangan, saling menatap dengan api di mata. Satu pihak percaya pada...

Cerbung Baru: War of Thrones: Pandawa vs Kurawa

PERANG Bharatayuda telah usai. Pandawa menang, Kurawa hancur, tetapi warisan peperangan masih membekas di Hastinapura. Dendam, ambisi, dan kutukan masih mengintai di balik bayang-bayang. Parikesit, cucu Arjuna, kini duduk di singgasana kerajaan. Ia bukanlah pejuang seperti leluhurnya, melainkan pemimpin yang...

Istri Syeikh Ibnu Hajar: Antara Zamzam dan Dinar (19)

Akhir yang Tak Terduga Oleh: Sugiyati Setiap langkah yang mereka ambil terasa semakin berat. Ruangan yang semula tampak indah dan penuh gemerlap kini terperangkap dalam kegelapan, dipenuhi bayang-bayang yang tak terjelaskan. Syeikh Ibnu Hajar menggenggam erat tangan istrinya, tetapi semakin...

Nabi Muhammad SAW: Cahaya di Tanah Makkah (5)

Dalam Naungan Abu Thalib Oleh: Dwi Taufan Hidayat dan Sugiyati Makkah masih sama seperti sebelumnya. Kota itu tetap ramai dengan para pedagang yang berlalu-lalang, para penyembah berhala yang memenuhi Ka’bah, dan para bangsawan Quraisy yang hidup dalam kemewahan. Namun, bagi...

Forza Gamawijaya (10): Rahasia di Balik Kesaktian

Oleh: Dwi Taufan Hidayat Malam di Urut Sewu berubah menjadi lautan api dan darah. Gamawijaya berkelebat di antara bayangan pepohonan, kerisnya menari, menebas prajurit yang berani mendekat. Namun, jumlah mereka terlalu banyak. Pasukan Belanda dan anak buah Mangunprawira mengepung dari...

Latest News

PUISI: Doa, Jejak Kehidupan, Alim Sejati, dan Akal

Doa di Pagi Kamis Di fajar yang merekah lembut berseri,terucap syukur dalam sanubari.Semoga umur berkah tersisa,dihiasi rahmat tiada terkira. Kesehatan mengalir...