Kamis, April 3, 2025
No menu items!
spot_img

Ketika PBNU dan PKB Rukun di Bawah Kabinet Prabowo

Hari-hari ini hubungan PBNU dengan PKB kembali adem setelah sama-sama ”punya orang” di Kabinet Merah Putih.

Must Read

Bagaimana perasaan mereka saat bertemu dalam rakor pertama ini? “Nyaman-nyaman saja, nggak ada masalah. Kami mungkin ada perbedaan dalam urusan lain, tapi dalam urusan negara, bantu presiden ya kami harus sama-sama,” kata Gus Ipul kepada para wartawan.

Dari Muktamar NU ke Muktamar PKB

Momentum pertemuan antara Cak Imin dengan Gus Ipul terasa istimewa. Sebab sebelum Presiden Prabowo Subianto menunjuk sebagai menteri, keduanya tidak jarang saling sindir secara terbuka.

Bukan rahasia lagi, PBNU yang diketuai KH Yahya Cholil Staquf kerap berpolemik dengan PKB. Para tokoh PBNU maupun PKB sering beradu statement di media massa, dari urusan hubungan NU-PKB hingga terakhir soal pansus haji di DPR.

Merunut ke belakang, memanasnya hubungan PBNU dengan PKB mencuat setelah dalam Muktamar Ke-34 NU di Lampung, akhir Desember 2021 lalu. Tidak lama setelah terpilih, Yahya Staquf menyampaikan bahwa PBNU harus independen, tidak boleh bergantung pihak lain.

Baca juga: Puji Jokowi Sanjung Prabowo-Gibran, Khofifah-Emil Diteriaki

Mendekati Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Yahya Staquf menyampaikan pernyataan lebih terang, yaitu NU netral, tidak memihak parpol mana pun.

“NU bukan parpol, NU tidak dalam posisi untuk memberikan dukungan politik. Sesuai khittah 1926, NU sebagai institusi masih di posisi itu (sesuai titah 1926). Ini keputusan resmi muktamar yang tidak pernah dianulir,, tidak boleh sebagai institusi (memihak),” kata Yahya Staquf seusai bertemu Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (9/9/2023).

Dr. Khoirul Anwar: Ilmuwan Asal Kediri di Balik Teknologi 4G LTE yang Mendunia

JAKARTAMU.COM | Tak banyak yang tahu bahwa teknologi jaringan 4G LTE yang kini digunakan miliaran pengguna di seluruh dunia...

More Articles Like This