JAKARTAMU.COM | Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (Uhamka) Dr. Gufron Amirullah mengingatkan pentingnya transformasi setelah Ramadan. Hal ini disampaikan dalam khotbah Idulfitri di Masjid At Taqwa PCM Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (31/3/2025).
“Puasa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga kesempatan untuk berkontribusi dalam meningkatkan kesalehan sosial,” ujar Gufron.
Dia menjelaskan, kesalehan sosial berarti memiliki rasa peduli dan tanggung jawab kepada sesama manusia, sejalan dengan ajaran Buya Hamka tentang pengendalian hawa nafsu.
“Ramadan menjadi titik awal dari perjalanan panjang menuju kesalehan sosial. Transformasi setelah Ramadan adalah membentuk insan kamil yang aktif terlibat dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Tenaga Ahli Wakil Menteri Kemdiktisaintek itu.
Insan kamil, kata Ghufron, adalah individu yang peduli pada kesejahteraan orang lain dan berupaya mengatasi masalah sosial. Konsep ini sejalan dengan pandangan James Clear dalam “Atomic Habits” tentang pengaruh lingkungan dan pola berulang terhadap kebiasaan manusia.
“Pendidikan keimanan dan ketakwaan yang dihabituasi selama Ramadan idealnya diwujudkan dalam kesalehan sosial dengan semangat kemanusiaan,” pungkas Gufron.
H. Muhammad Khaidir, ketua DK Masjid At Taqwa dalam kesempatan itu telah melaporkan berbagai kegiatan selama Ramadan, termasuk pembagian 3.000 paket sembako dan baju baru kepada jamaah binaan dan dhuafa. Lazismu PCM Kebayoran Baru juga berhasil mengumpulkan zakat, infak, dan sedekah sebesar Rp566.339.514, yang telah disalurkan kepada yang berhak.