Jumat, April 4, 2025
No menu items!
spot_img

Kisah Nabi Nuh: Mengutuk Ham, Hitam dan Jadi Budak

Must Read

JAKARTAMU.COM | Ka’ab al-Ahbar mengatakan, setelah Nabi Nuh berusia lanjut dan mendekati ajalnya, dia mengundang anak cucunya. Dia memohon kepada Allah agar mengabulkan doanya.

Sejarawan Mesir yang paling penting pada zamannya, Syaikh Muhammad bin Ahmad bin Iyas (1448-1522) dalam buku yang diterjemahkan oleh Abdul Halim berjudul “Kisah Penciptaan dan Tokoh-tokoh Sepanjang Zaman” menceritakan Nabi Nuh naik ke puncak gunung. Selanjutnya ia memanggil Ham. Tidak seperti Sam, anak kedua ini tidak menyambut panggilan ayahnya.

Akhirnya, Nabi Nuh mengutuk dalam doanya, “Ya Allah, buatlah anak cucunya menjadi terhina dan hitamkanlah paras mereka. Jadikanlah mereka sebagai budak dan pelayan bagi keturunan Sam.”

Menurut sebuah riwayat, Ham mempunyai seorang anak yang bernama Mishrayim. Dia mendengar doa kakeknya itu. Dia pun mendatangi Nabi Nuh, “Wahai kakek, aku penuhi panggilanmu, sebab ayahku tidak memenuhinya.”

Nabi Nuh meletakkan kedua tangannya di badan Mishrayim dan berdoa, “Ya Allah, sebagaimana Engkau telah mengabulkan doaku, maka berkatilah anak ini beserta keturunannya. Tempatkanlah mereka di bumi yang diberkati yang merupakan induk negeri dan tempat hiruk pikuknya para hamba, yang sungainya merupakan sungai terunggul.”

Dan pada masa berikutnya, Mishrayim menetap di Mesir. Tempat yang ditinggalinya diberi nama dengan namanya dan di antara keturunannya adalah suku Qibthi.

Doa Nabi Nuh Terkabul

Rupanya, ketika Nabi Nuh memanggil Ham, pada malam itu dia bersenggama dengan istrinya. Kemudian istrinya melahirkan dua anak, laki-laki dan perempuan.

Ham melihat kedua anaknya berkulit hitam. Dia mengingkari keduanya sebagai anaknya seraya berkata, “Kedua anak ini bukan keturunanku.”

Istrinya berkata, “Keduanya benar-benar darah dagingmu. Akan tetapi, kita terkena kutukan bapakmu (Nuh).”

Akhirnya, Ham meninggalkan istrinya beserta kedua anaknya; lantas dia kabur karena merasa malu kepada orang-orang. Ketika kedua anak itu menginjak dewasa, mereka pergi untuk mencari jejak bapak mereka, Ham.

Keduanya sampai ke sebuah kampung yang dekat dengan Sungai Nil. Kemudian pemuda hitam tersebut menggauli saudara perempuannya; lalu si perempuan itu mengandung dan melahirkan anaknya, laki-laki dan perempuan yang berkulit hitam.

Pada akhirnya, dua bersaudara itu menikah dan melahirkan keturunan. Keturunan mereka berdua semuanya berkulit hitam hingga sekarang. Al-Kisa’i mengatakan bahwa kampung yang didiami oleh mereka bernama Naubah.

A Few Good Men dan Cita-Cita Supremasi Hukum Sipil di Indonesia

TOM Cruise kembali mengenakan seragam Angkatan Laut Amerika Serikat dalam film A Few Good Man (1992). Dia berperan sebagai...

More Articles Like This