JAKARTAMU.COM | Seorang tolol memperhatikan seekor unta yang sedang makan rumput. Katanya kepada unta itu, “Tampangmu serba janggal. Mengapa begitu?”
Unta menyahut, “Dalam menilai kesan yang tampak, kau mengaitkan kesalahan dengan hal yang menentukan bentuk. Berhati-hatilah tentang hal ini! Jangan menganggap wajahku yang buruk sebagai suatu kesalahan. Pergi saja kau dariku, lewat jalan pintas. Tampangku punya kegunaan tertentu, alasan tertentu. Busur memerlukan bagiannya yang bengkok, sama seperti talinya yang regang.
“Orang tolol, enyahlah! Pemahaman keledai sesuai dengan sifat keledai.”
Maulana Majdud, yang dikenal sebagai Hakim Sanai, Sang Bijak yang Tercerahkan dari Ghazna, menulis panjang lebar tentang tak bisa dipercayanya kesan subjektif dan penilaian kebiasaan.
Salah satu perkataannya adalah, “Pada cermin menyimpang dalam pikiranmu, malaikat bisa tampak berwajah setan.”
Perumpamaan ini diambil dari karyanya, Walled Garden of Truth, yang ditulis sekitar tahun 1130.