Kamis, April 3, 2025
No menu items!
spot_img

Korban Pembunuhan Brutal Israel di Rafah Menjadi 14, Termasuk 8 Paramedis

Must Read

JAKARTAMU.COM | Palang Merah Palestina (PRCS) mengumumkan jumlah jenazah yang berhasil ditemukan di kawasan Tal Al-Sultan, Rafah, pada Minggu (30/3/2025) malam telah meningkat menjadi 14. Penemuan ini terjadi delapan hari setelah nasib para korban yang hilang tidak jelas, menyusul tembakan langsung yang dilancarkan pasukan pendudukan Israel.

Dalam siaran persnya, PRCS menyebutkan bahwa jenazah yang ditemukan terdiri atas 8 paramedis PRCS, 5 anggota tim penyelamat, dan 1 staf Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Mereka dilaporkan hilang setelah terkena tembakan saat melaksanakan tugas kemanusiaan di wilayah tersebut.

Baca juga: Lagi, Israel Bombardir Kamp Pengungsi Warga Palestina di Gaza Utara

Berkat upaya bersama tim penyelamat PRCS, OCHA, Palang Merah, dan Pertahanan Sipil, jenazah-jenazah tersebut berhasil ditemukan meskipun dalam kondisi sulit. PRCS mengungkapkan bahwa beberapa jenazah terpendam di dalam pasir dan mulai membusuk, menjadikan proses evakuasi semakin menantang.

Selain delapan paramedis yang ditemukan meninggal, satu orang Assad Nasasra, masih belum ditemukan dan diduga mungkin ditahan pasukan pendudukan. Nama-nama 8 paramedis yang berhasil ditemukan adalah Mustafa Khafaja, Izziddin Shaath, Saleh Mu‘amar, Rifat Radwan, Mohammad Bahlul, Ashraf Abu Libdeh, Mohammad al-Hila, dan Raed ash-Sharif.

Baca juga: Masa Kecil Gaza yang Dicuri: Israel Membunuh Satu Anak Setiap 45 Menit

Kekerasan di kawasan Tal Al-Sultan ini terjadi hanya beberapa hari setelah Israel melanjutkan serangan offensif di wilayah selatan Gaza, dekat perbatasan Mesir, setelah secara sepihak mengakhiri kesepakatan gencatan senjata pada 18 Maret lalu.

Hingga sore ini, Presiden PRCS, Younes Al-Khatib, menyampaikan bahwa nasib anggota tim yang hilang masih belum jelas, dan situasi di lapangan terus berkembang. PRCS berkomitmen untuk melanjutkan pencarian dan evakuasi jenazah lainnya, meskipun kondisi keamanan di area tersebut sangat mengkhawatirkan.

Situasi di Gaza semakin memprihatinkan, dengan meningkatnya jumlah korban jiwa akibat konflik yang berkepanjangan. Masyarakat internasional terus menyerukan penanganan kemanusiaan yang lebih baik dan penghentian kekerasan di wilayah tersebut.

Sumber: WAFA

Film Enemy of the State dan UU TNI

PADA 1998 Enemy of the State dirilis. Film thriller politik yang disutradarai Tony Scott itu menggambarkan bagaimana pengawasan pemerintah...

More Articles Like This