Senin, April 7, 2025
No menu items!

Lenthog Tanjung, Kuliner Khas Kudus yang Wajib Dicoba daat Mudik

Must Read

JAKARTAMU.COM | Mudik ke Kudus rasanya tidak lengkap tanpa mencicipi salah satu kuliner khas yang telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat setempat, yakni Lenthog Tanjung. Hidangan ini tidak hanya menjadi pilihan utama bagi warga Kudus untuk sarapan pagi, tetapi juga menjadi magnet bagi para pemudik yang rindu akan cita rasa autentik kampung halaman.

Asal-usul dan Keunikan Lenthog Tanjung

Lenthog Tanjung berasal dari Desa Tanjung Karang, yang terletak di wilayah Kudus Selatan dan berbatasan langsung dengan Kecamatan Undaan. Nama “Lenthog” sendiri merujuk pada lontong yang menjadi bahan utama sajian ini. Hidangan ini telah dikenal secara turun-temurun dan menjadi bagian dari warisan kuliner masyarakat Kudus.

Berbeda dengan lontong sayur pada umumnya, Lenthog Tanjung memiliki karakteristik unik yang terletak pada kombinasi kuah sayurnya. Sajian ini terdiri dari potongan lontong yang disiram dengan sayur gori (dudoh tewel), yaitu gulai berbahan dasar nangka muda yang dimasak dengan santan dan bumbu rempah khas. Selain itu, kuahnya juga diperkaya dengan sayur lodeh tahu, yang memberikan cita rasa gurih dan tekstur yang lembut.

Pelengkap yang Menggugah Selera

Cita rasa Lenthog Tanjung semakin lengkap dengan tambahan bawang goreng renyah dan telur puyuh bacem yang memberikan sentuhan manis gurih. Tak ketinggalan, sambal merah khas Lenthog Tanjung menjadi pelengkap wajib bagi pecinta makanan pedas. Perpaduan rasa gurih, manis, dan pedas yang pas membuat hidangan ini selalu menggugah selera.

Salah satu daya tarik utama Lenthog Tanjung adalah cara penyajiannya yang menggunakan alas daun pisang. Selain menambah aroma khas, penggunaan daun pisang juga membuat pengalaman menyantap hidangan ini menjadi lebih autentik dan terasa lebih tradisional.

Mudah Dijumpai di Pagi Hari

Jika Anda berkunjung ke Kudus atau tengah dalam perjalanan mudik, tidak sulit untuk menemukan penjual Lenthog Tanjung. Para pedagang biasanya mulai berjualan sejak dini hari hingga menjelang siang, terutama di pinggir jalan raya dan kawasan perkampungan. Salah satu kawasan yang terkenal dengan Lenthog Tanjung terbaik adalah di sekitar Pasar Tanjung Karang.

Harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau, berkisar antara Rp10.000 hingga Rp15.000 per porsi, menjadikannya pilihan sarapan yang lezat sekaligus ramah di kantong. Banyak pelanggan memilih untuk menikmati hidangan ini langsung di tempat, tetapi tak sedikit pula yang membungkusnya untuk dinikmati di rumah bersama keluarga.

Bagian dari Tradisi Kuliner Kudus

Sebagai salah satu ikon kuliner Kudus, Lenthog Tanjung memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat. Selain menjadi pilihan sarapan yang mengenyangkan, hidangan ini juga mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi kuliner Kudus yang tetap lestari di tengah gempuran makanan modern. Para perantau yang pulang kampung saat Lebaran pun selalu menyempatkan diri untuk mencicipinya, menjadikan Lenthog Tanjung sebagai bagian dari ritual mudik yang tak boleh dilewatkan.

Bagi Anda yang ingin merasakan sensasi sarapan khas Kudus yang otentik, Lenthog Tanjung adalah pilihan yang sempurna. Tak hanya menawarkan rasa yang lezat, tetapi juga menyimpan kisah panjang tentang tradisi dan budaya masyarakat Kudus yang terus hidup dari generasi ke generasi.

Reuni Orang-Orang Saleh

TAWA dan canda hangat menyatu dengan aroma opor dan ketupat di sebuah rumah, Jalan Pasar Enjo K-Town House A3,...

More Articles Like This