JAKARTAMU.COM | Ki Bagus Hadikusumo lahir pada 1890 di Yogyakarta dalam lingkungan keluarga santri yang sangat taat terhadap ajaran Islam. Nama asli beliau adalah Raden Bagus Hadikusumo, namun kemudian lebih dikenal sebagai Ki Bagus Hadikusumo karena kedekatannya dengan nilai-nilai...
JAKARTAMU.COM | Kyai Haji Hisyam bin Husni lahir pada 10 November 1883 di Kauman, Yogyakarta, sebuah daerah yang dikenal sebagai pusat pergerakan Islam di era kolonial. Sejak kecil, beliau tumbuh dalam lingkungan religius yang kuat, karena Kauman merupakan pusat...
JAKARTAMU.COM | Nama Kiai Haji Sudja’ mungkin tidak sepopuler tokoh-tokoh lain dalam sejarah Islam di Indonesia, tetapi perannya dalam perkembangan Muhammadiyah sangatlah besar. Ia adalah salah satu murid sekaligus sahabat setia dari Kiai Haji Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah. Sebagai...
SAYA belum pernah kenal pribadi dengan Mas Kuntowijoyo, doktor Ilmu Sejarah dari Universitas Gajah Mada. Bertemu langsung pun tak pernah. Almarhum dekat dengan Muhammadiyah, bahkan pernah menjadi salah satu Pengurus Majelis Tarjih dan Pemikiran Islam semasa jajaran Pimpinan Pusat...
YOGYAKARTA, JAKARTAMU.COM | Sukses film Sang Pencerah mendorong Muhammadiyah untuk kembali menghadirkan film berkualitas tentang tokoh nasional. Tidak lama lagi, film terbaru mengenai pahlawan nasional sekaligus aktivis Muhammadiyah, Djuanda Kartawidjaja segera tayang di layar lebar.
Ketua Lembaga Seni Budaya (LSB)...
"SAYA selalu membaca buku-bukunya Pak Din. Kami membaca buku yang sama, hanya di kesimpulannya saja yang berbeda."
Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Prof. Dr. Muhadjir Effendy dalam Diskusi Buku Merawat Matahari dan Manusia Limited Edition di Perpustakaan Nasional, Senin (13/1/2025) malam....
MEESTER Roem adalah nama yang terkenal pada Pernyataan Van Roijen - Roem (Roem - Roijen Statement, 7 Mei 1949). Lengkapnya Mr. Mohammad Roem (16 Mei 1908 - 24 September 1983).
Berkat upaya diplomasi, antara lain kesepakatan Belanda - Van Roijen...
Oleh: Joko Sumpeno, Jurnalis Senior Jakartamu.com
KURUN 1950-1959, Indonesia mencoba menjalankan kemerdekaannya yang setidaknya telah memperoleh pengakuan hukum internasional. Inilah hasil perjuangan bersenjata yang berselancar bersama upaya diplomasi, dipungkaskan oleh Mosi Integralistik Natsir, tegaklah Negara Kesatuan Republik Indonesia pada 17...