Sabtu, April 5, 2025
No menu items!

Pengampunan dan Halal Bihalal: Al-Ghufran, Maghfirah Ilahi dari Siksa Neraka

Must Read
Miftah H. Yusufpati
Miftah H. Yusufpati
Sebelumnya sebagai Redaktur Pelaksana SINDOWeekly (2010-2019). Mulai meniti karir di dunia jurnalistik sejak 1987 di Harian Ekonomi Neraca (1987-1998). Pernah menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Majalah DewanRakyat (2004), Wakil Pemimpin Harian ProAksi (2005), Pemimpin Redaksi LiraNews (2018-2024). Kini selain di Jakartamu.com sebagai Pemimpin Umum Forum News Network, fnn.co.Id. dan Wakil Pemimpin Redaksi Majalah FORUM KEADILAN.

JAKARTAMU.COM | Prof Dr M Quraish Shihab mengatakan terdapat beberapa istilah yang digunakan Al-Quran untuk menyebutkan pengampunan (pembebasan dosa), dan upaya menjalin hubungan serasi antara manusia dengan Tuhannya, antara lain taba (tobat), ‘afa (memaafkan), ghafara (mengampuni), kaffara (menutupi), dan shafah.

“Masing-masing istilah digunakan untuk tujuan tertentu dan memberikan maksud yang berbeda,” ujarnya dalam bukunya berjudul “Wawasan Al-Quran, Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat”.

Al-Ghufran

Ini kali yang kita bahas adalah Al-Ghufran. Quraish Shihab menjelaskan Al-ghufran terambil dari kata kerja ghafara yang pada mulanya berarti menutup.

Rambut putih yang disemir hingga tertutup putihnya disebutkan dengan ghafara asy-sya’ra. Dari akar kata yang sama, lahir kata ghifarah, yang berarti sepotong kain yang menghalangi kerudung sehingga tidak ternodai oleh minyak rambut.

Maghfirah Ilahi adalah “perlindungan-Nya dari siksa
neraka.” Dalam Al-Quran surat Ali Imran (3): 31 dinyatakannya bahwa:

Katakanlah, “Jika kamu benar-benar mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai dan menutupi dosa-dosamu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Kemudian dalam Al-Quran surat Al-Anfal (8): 29, dinyatakan: Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqan (petunjuk membedakan yang hak dan yang batil), dan menghapuskan kesalahan-kesalahan kamu, serta yaghfir lakum (melindungi kamu dari siksa). Dan Allah mempunyai karunia yang besar.

Quraish mengatakan dari kedua ayat di atas terlihat, bahwa kata yaghfir bila dirangkaikan dengan menyebutkan dosa, berarti menutup dosa dengan sesuatu.

Sedangkan bila tidak dirangkaikan dengan menyebutkan dosa –sebagaimana ditunjukkan dalam surat Al-Anfal ayat 29– berarti melindungi manusia dari siksa atau bencana.

Baik dalam konteks pertama maupun konteks kedua, ayat-ayat tersebut memperlihatkan bahwa ghufran (pengampunan atau perlindungan) tidak dapat diperoleh kecuali setelah memenuhi syarat-syarat tertentu.

Dari kedua ayat tersebut juga terbaca bahwa syarat penutupan dosa dan perlindungan dari siksa adalah berbuat kebajikan. Di sini terlihat salah satu perbedaan antara al-‘afw (maaf dengan ghufran. Karena itu, ditemukan ayat yang menggabungkan keduanya, yakni:

“Hapuskanlah dosa kami, lindungilah kami, dan rahmatilah kami” (QS Al-Baqarah [2]: 286).

Rasuna Said: Pejuang Emansipasi dan Kemerdekaan Indonesia

JAKARTAMU.COM | Orang jarang yang tahu bahwa nama Rasuna Said, yang diabadikan sebagai salah satu jalan utama di Jakarta...

More Articles Like This