Rabu, Februari 26, 2025
No menu items!

PUISI: Doa, Tamu Mulia, dan Lautan Ambisi

Must Read

Doa di Pagi Rabu

Oleh: Dwi Taufan Hidayat

Di fajar Rabu yang teduh berkilau,
kupanjatkan doa dengan hati yang syahdu.
Ampuni dosa, hapuskan luluh,
untuk kami, keluarga, sahabat yang satu.

Karuniakan umur penuh faedah,
sehat dan selamat dalam langkah.
Tuntunlah kami ke jalan berkah,
jalan lurus penuh ridha dan rahmah.

Jadikan syukur terpatri di jiwa,
atas nikmat-Mu yang tiada terkira.
Limpahkan kebaikan di dunia fana,
serta akhirat tempat bahagia.

Lindungi kami dari siksa neraka,
api murka yang membakar raga.
Ya Allah, Rabb Maha Kuasa,
rahmati kami selamanya.

Sambutlah Tamu Mulia, Ramadhan

Saudaraku, tak terasa waktu berjalan,
Tamu mulia datang, dinanti umat beriman.
Ramadhan, bulan suci penuh ampunan,
Malam seribu bulan, pahala berlimpahan.

Bagaikan VVIP, tamu agung nan istimewa,
Tanpanya, pilar keislaman kita runtuh seketika.
Dia bawa hadiah mahal, tak ternilai dunia,
Rahmah, barakah, maghfirah, dan petunjuk Ilahi.

Persiapan pertama, ilmu harus kita miliki,
Agar ibadah sah, tak sekadar budaya yang fana.
Jangan anggap remeh, sambut dengan persiapan,
Dengan ilmu, Ramadhan jadi cahaya penerang jalan.

Kedua, bersihkan jiwa, sucikan hati,
Agar Al-Quran menyentuh, memberi makna sejati.
Laa yamassuhu illal muthahharuun,
Hanya yang suci, mampu meraih cahaya-Nya yang gemilang.

Ketiga, bersegeralah, rebut hadiah mulia,
Hidayah, ampunan, surga, semua menanti di sana.
Ibadah sunnah diganjar seperti fardhu,
Fardhu dilipatgandakan, tiada sia-sia setiap usaha.

Jangan mendahului, puasa sehari atau dua,
Kecuali sunnah biasa, seperti Senin-Kamis yang terjaga.
Ru’yatul hilal penentu, jangan sampai tercampur,
Antara nafilah dan fardhu, jaga kesucian ibadahmu.

Saudaraku, Ramadhan 1446 H telah di depan mata,
Semoga Allah karuniakan hidayah, istiqamah, dan ridha-Nya.
Sambutlah dengan hati bersih, jiwa yang tulus,
Agar Ramadhan menjadi jalan menuju surga yang penuh berkah.

Lautan Ambisi dan Bumi yang Menelan

Di antara garam dan gula, warna sama,
Tapi rasa berbeda, hati-hati memilih kawan.
Yang gila jabatan, rakus kuasa,
Bagai api dalam sekam, membakar asa.

Fir’aun tenggelam dalam lautan sombong,
Qarun ditelan bumi, harta tak berujung.
Mereka yang serakah, tak berperikemanusiaan,
Akan ditarik dari peredaran, oleh Sang Penguasa Waktu.

Korupsi merajalela, kuasa disalahgunakan,
Konflik berkecamuk, kredibilitas punah dimakan.
Manipulasi dan eksploitasi, senjata mereka,
Hubungan hancur, kepercayaan pun sirna.

Bila gila dan rakus bersatu padu,
Kerusuhan internal, organisasi pun runtuh.
Talenta hengkang, mencari tanah subur,
Reputasi buruk, seperti noda yang tak terhapus.

Semoga kita dijauhkan dari ambisi buta,
Yang menghambat talenta, bukan membangun bersama.
Jadilah pemimpin yang amanah, bijak, dan jujur,
Agar bumi pertiwi tetap lestari, penuh makna yang murni.

Al-Lu’lu’ wal Marjan: Kumpulan Hadits Shahih Bukhari Muslim – Mutiara Hikmah dari Rasulullah ﷺ

Spesifikasi Buku: Judul: Al-Lu’lu’ wal Marjan – Kumpulan Hadits Shahih Bukhari MuslimPenulis: Muhammad Fuad Abdul BaqiUkuran: 19,5 x 26,5 cmTebal:...

More Articles Like This