Sabtu, April 5, 2025
No menu items!

Rasuna Said: Pejuang Emansipasi dan Kemerdekaan Indonesia

Must Read

JAKARTAMU.COM | Orang jarang yang tahu bahwa nama Rasuna Said, yang diabadikan sebagai salah satu jalan utama di Jakarta Selatan, berasal dari seorang perempuan luar biasa. Bahkan, di kalangan masyarakat Betawi sendiri, hanya sedikit yang menyadari bahwa sosok di balik nama tersebut adalah seorang perempuan pejuang yang memiliki peran besar dalam sejarah perjuangan Indonesia.

Hajjah Rangkayo Rasuna Said lahir di Maninjau, Agam, Sumatera Barat, pada 14 September 1910. Ia tumbuh dalam lingkungan Minangkabau yang memiliki tradisi kuat, di mana pendidikan bagi perempuan sering kali terbatas. Namun, Rasuna Said menolak keterbatasan tersebut dan menempuh pendidikan di Diniyah School serta Diniyah Putri, lembaga pendidikan modern pertama bagi perempuan di Sumatera Barat.

Sejak usia muda, Rasuna Said telah menunjukkan semangat perjuangan yang tinggi, terutama dalam memperjuangkan hak-hak perempuan dan keadilan sosial. Pada tahun 1930-an, ia aktif dalam organisasi Persatuan Muslimin Indonesia (PERMI), yang berfokus pada perlawanan terhadap kolonialisme dan ketidakadilan terhadap rakyat pribumi. Ia juga vokal dalam menentang aturan yang mendiskriminasi perempuan dalam politik dan pendidikan.

Pada tahun 1932, keberanian Rasuna Said membuatnya ditangkap oleh pemerintah kolonial Belanda. Ia dipenjara karena pidato-pidatonya yang lantang mengkritik kebijakan kolonial yang menindas rakyat. Meski dipenjara, ia tidak berhenti berjuang. Justru dari balik jeruji, semangat perjuangannya semakin membara.

Seperti halnya R.A. Kartini, Rasuna Said berjuang untuk persamaan hak antara pria dan wanita. Namun, perjuangannya tidak hanya dalam bidang pendidikan dan emansipasi, tetapi juga dalam gerakan kemerdekaan Indonesia. Setelah kemerdekaan, ia terlibat dalam dunia politik dan menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Serikat (DPR-RIS) serta Dewan Pertimbangan Agung (DPA). Peranannya dalam membangun Indonesia pascakemerdekaan tidak bisa diabaikan.

Rasuna Said wafat pada 2 November 1965 dalam usia 55 tahun. Sebagai bentuk penghargaan atas perjuangannya, pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional dan mengabadikan namanya sebagai salah satu jalan utama di ibu kota, Jalan H.R. Rasuna Said di Jakarta Selatan. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Kini, meskipun namanya telah diabadikan, masih banyak yang belum mengenal lebih dalam sosoknya. Rasuna Said bukan sekadar nama jalan, melainkan simbol perjuangan, keberanian, dan dedikasi bagi Indonesia. Perjuangannya menjadi inspirasi bagi perempuan-perempuan masa kini untuk terus maju, berpendidikan, dan berperan aktif dalam berbagai bidang kehidupan demi kemajuan bangsa.

Fenomena Ijazah Palsu dan Krisis Integritas Akademik

JAKARTAMU.COM | Kasus pemalsuan ijazah kembali menjadi sorotan publik, kali ini terkait dengan klaim gelar dari jurusan yang...

More Articles Like This