JAKARTAMU.COM | Orang yang mengenal Allah dengan sebenar-benarnya akan selalu ridha dengan takdir yang telah ditetapkan-Nya. Sebab, ia memahami bahwa setiap ketetapan Allah pasti mengandung hikmah, meskipun tampak sulit atau tidak sesuai dengan keinginan manusia.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَن يُؤْمِنۢ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ
“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
(QS. At-Taghabun: 11)
Dalam hadis, Rasulullah ﷺ bersabda:
عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ لَهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ
“Sungguh menakjubkan perkara seorang mukmin! Sesungguhnya segala urusannya adalah kebaikan baginya, dan itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali orang mukmin. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur, maka itu baik baginya. Jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, maka itu baik baginya.”
(HR. Muslim, no. 2999)
Seorang hamba yang mengenal Allah akan meyakini bahwa dunia ini hanyalah tempat ujian, sementara ridha kepada takdir adalah bagian dari kesempurnaan iman. Ia tidak mengeluh ketika diuji dengan kesulitan dan tidak lalai saat mendapatkan nikmat. Sebab, ia tahu bahwa kehidupan ini bukan tentang kedudukan duniawi, tetapi tentang bagaimana hati tetap berserah kepada-Nya.
Semoga kita termasuk hamba-hamba yang senantiasa ridha dengan ketetapan Allah, bersabar dalam ujian, dan bersyukur dalam nikmat. Aamiin. (Dwi Taufan Hidayat)