Selasa, April 1, 2025
No menu items!
spot_img

Teknologi Pemotong Kabel Bawah Laut China: Ancaman Baru Infrastruktur Global

Must Read

JAKARTAMU.COM | China kembali menarik perhatian dunia dengan memperkenalkan teknologi baru yang mampu memutus kabel bawah laut pada kedalaman ekstrem hingga 4.000 meter. Teknologi ini berpotensi mengubah lanskap keamanan digital dan geopolitik global, terutama dalam konteks persaingan kekuatan maritim serta perang informasi.

Laporan yang diterbitkan oleh South China Morning Post (SCMP) mengungkap bahwa perangkat ini dirancang untuk digunakan pada kapal selam berawak maupun tak berawak milik China. Dengan presisi tinggi, alat ini mampu memotong berbagai jenis kabel bawah laut, termasuk jalur komunikasi internet dan kabel daya yang menopang infrastruktur energi lintas negara.

Para pakar keamanan siber dan maritim menyoroti bahwa sekitar 95% lalu lintas internet global ditransmisikan melalui kabel bawah laut. Teknologi semacam ini dapat digunakan untuk mengganggu atau bahkan melumpuhkan jaringan komunikasi internasional di titik-titik strategis, seperti perairan Pasifik, Samudra Hindia, dan Atlantik. Analis militer khawatir bahwa alat ini dapat dijadikan instrumen dalam skenario konflik geopolitik, termasuk perang siber dan strategi blokade informasi.

“Dengan adanya teknologi ini, China berpotensi memiliki keunggulan dalam mengontrol atau menghambat aliran informasi global. Jika digunakan untuk kepentingan militer, ini bisa menjadi ancaman serius bagi keamanan komunikasi dunia,” ujar James Patterson, analis pertahanan dari Global Security Institute.

Latar Belakang Pengembangan Teknologi

Pada tahun 2020, insinyur dari Universitas Lishui, Zhejiang, mengajukan paten untuk perangkat pemotong kabel bawah laut yang disebut sebagai pemotong kabel tipe seret. Teknologi tersebut diyakini menjadi dasar dari inovasi terbaru ini, yang kini telah berkembang ke tahap operasional dan siap diterapkan dalam skala yang lebih luas.

Selain itu, pada November 2024, kapal riset China Yi Peng 3 dilaporkan terlibat dalam pemutusan dua kabel telekomunikasi di Laut Baltik. Insiden tersebut meningkatkan ketegangan diplomatik antara Beijing dan negara-negara Eropa, yang mencurigai bahwa tindakan itu merupakan bagian dari strategi pengujian teknologi disruptif baru.

Dampak Potensial bagi Dunia

Pengenalan teknologi ini memicu berbagai reaksi dari komunitas internasional. Banyak negara kini memperketat pengawasan terhadap aktivitas kapal selam China di wilayah perairan strategis mereka. Selain itu, perusahaan telekomunikasi global mulai mencari solusi alternatif, seperti satelit dan jaringan kabel redundan, untuk mengurangi risiko pemutusan komunikasi.

Sementara itu, pemerintah China belum memberikan pernyataan resmi terkait tujuan utama pengembangan teknologi ini. Beberapa pihak menduga bahwa perangkat ini dikembangkan sebagai bagian dari strategi Beijing untuk memperkuat kontrol atas arus informasi global, serta sebagai alat untuk memperbesar pengaruhnya di arena geopolitik internasional.

Sejumlah analis percaya bahwa teknologi ini dapat menjadi senjata strategis dalam skenario konflik modern. Dengan memutus jalur komunikasi lawan, sebuah negara dapat melumpuhkan koordinasi militer dan infrastruktur sipil mereka, menciptakan kekacauan dan keuntungan taktis di medan perang.

Kesimpulan

Kemajuan teknologi pemotong kabel bawah laut yang diperkenalkan oleh China menandai babak baru dalam persaingan geopolitik global. Dengan dampak potensial terhadap komunikasi, keamanan nasional, dan keseimbangan kekuatan maritim, dunia kini menunggu respons dari negara-negara lain, terutama mereka yang bergantung pada kabel bawah laut untuk konektivitas dan aliran informasi. Dalam beberapa bulan ke depan, perkembangan lebih lanjut dari teknologi ini kemungkinan akan menjadi salah satu isu utama dalam diskusi keamanan global dan kebijakan pertahanan dunia.

Dahnil Anzar: Idulfitri Momentum Menebar Kebermanfaatan

JAKARTAMU.COM | Wakil Kepala Badan Penyelenggara (BP) Haji Dahnil Anzar Simanjuntak bertindak sebagai imam dan khatib Salat Idulfitri di...

More Articles Like This